Peneliti : H. Mubin, M. Noor Fuady, Ahmad Muradi
Dana Penelitian: Dibiayai dari Dana DIPA IAIN Antasari Banjarmasin tahun 2012
viii ; 84
Call Number :
2×7.320 4
Mub
b
(4)

Abstrak :

Penelitian ini dengan menggunakan pendekatan metode penelitian biografi mengkaji profil tujuh orang juru dakwah di kota banjarmasin dan tipologinya. profil yang diteliti meliputi riwayat hidup, zuriat keluarga, riwayat hidup, pendidikan, keahliuan dan guru-guru. sedangkan tipologi meliputi bentuk-bentuk, metode-metode, dan media dakwah. teknik pengumpulan data adalah wawancara dan didukung oleh dokumentasi serta observasi.

Penelitian ini menemukan bahwa kesemua dai dan daiah menempuh kaji duduk selain pendidikan formal. mereka juga menguasai Bahasa Arab. Sedangkan metode, bentuk, dan media dakwah bervariasi mulai dari ceramah lepas sampai berbasis kitab tertentu. media yang digunakan mulai dari cetak, elektroniuk, audio, visual, telepon. bentuk berupa ceramah insidental, pengajian terprogram baik di rumah dan tempat ibadah. penelitian ini merekomendasikan laboratorium Dakwah untuk memanfaatkan “kaji duduk” yang ada di Banjarmasin dalam rangka membekali calon juru dakwah.

Peneliti : H. Mubin, M. Noor Fuady, Ahmad Muradi
Dana Penelitian: Dibiayai dari Dana DIPA IAIN Antasari Banjarmasin tahun 2012
viii ; 84
Call Number :
2×7.320 4
Mub
b
(4)

Abstrak : Kata Kunci : Bimbingan Aqidah, Guru Agama dan Anak Usia Prasekolah

Masa usia dini merupakan periode emas (golden age) bagi perkembangan anak untuk memperoleh proses pendidikan. Periode ini adalah tahun-tahun berharga bagi seorang anak untuk mengenali berbagai macam fakta di lingkungannya sebagai stimulans terhadap perkembangan kepribadian, psikomotor, kognitif maupun sosialnya.

sementara itu, aqidah Islam merupakan aspek maha penting dalam kehidupan muslim. namun di lain pihak, perkembangan kehidupan manusia mengalami pergeseran nilai. oleh karena itu, untuk membentengi pengaruh negatif dari pergeseran nilai terhadap akidah muslim diperlukan usaha dalam bentuk pembimbingan akidah terhadap anak usia prasekolah terutama oleh para orang tua yang berprofesi sebagai guru agama Islam. penelitian ini mencoba mendeskripsikan bimbingan aqidah terhadap anak usia prasekolahyaitu pada usia o-2 tahun dan 2-5 tahun yang dilakukan orang tua yang berprofesi guru agama Islam di kota Banjarmasin.

Peneliti : M. Sabirin, Hj. Sessy Rewetty Rivilla, Hasby Assidiqi
Dana Penelitian: Dibiayai dari Dana DIPA IAIN Antasari Banjarmasin tahun 2012
ix ; 64
Call Number :
2×7.3
sab
m
(4)

Abstrak : Kata Kunci : Model Persamaan Struktural, Prestasi Belajar.

Tinggi rendahnya pencapaian belajar mahasiswa bukanlah terjadi dengan sendirinya, melainkan ada berbagai faktor yang mempengaruhinya. kompleksitas masalah kausalitas antar faktor psikologis tersebut terhadap prestasi belajhar sangatlah rumit untuk diteliti, karena tidak hanya diteliti satu arah saja melainkan antar faktor tersebut ada yang berhubungan secara langsung maupun tidak langsung. oleh karenanya, untuk mengakomodasi permasalahan di atas, diperlukan teknik statistik yang relevan dan mampu memecahkan masalah tersebut, yaitu Model Persamaan Struktural (MPS). P[enelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil pendugaan parameter MPS dengan metode Maksimum Likelihood dan mengetahui besar pengaruh faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar tahun akademik 2011/2012.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa : 1) HAsil parameter MPS dengan metode maksimum likelihood menunjukkan bahwa seluruh indikator signifikan dalam mengukur variabel latennya. sedangkan berdasarkan kriteria uji kelayakan model, hasil modifikasi layak dalam mengepas data empirik. indikator yang paling dominan mengukur variabel laten motivasi adalah kesesuaian bidang studi yang digeluti (MO2) dan ketertarikan mata kuliah yang diprogramkan (MO6). Variabel laten kebiasaan belajar adalah mendengarkan penjelasan dosen (KB4) dan mencatat penjelasan dosen (KB5). Variabel laten sikap mahasiswa terhadap lingkungan belajar adalah sikap terhadapkeadaan ruang belajar (SK2) dan suasana belajar di kelas (SK4). Sedangklan variabel laten persepsi mahasiswa terhadap dosen adalah pembelajaran dosen di kelas (PD3) dan Penugasan Dosen (PD4).

Selain itu, hasil pengaruh dengan menggunakan MPS dengan metode maksimum likelihood memperlihatkan bahwa : motovasi belajar berpengaruhterhadap prestasi belajar mahasiswa, sikap mahasiswa terhadap lingkungan belajar berpengaruh tak langsung terhadap prestasi belajar melalui kebiasaan belajar, dan Persepsimahasiswa terhadap dosen berpengaruh tak langsung dengan prestasi belajar melalui kebiasaan belajar.

Peneliti : Hj. Mashunah Hanafi, Akhmad Syaikhu, Budi Rahmat Hakim
Dana Penelitian: Dibiayai dari Dana DIPA IAIN Antasari Banjarmasin tahun 2012
vi ; 121
Call Number :
2×4.125
Han
p
(4)

Abstrak:  Kata Kunci : Presisi kiblat, deviasi arah kibalat, jarak simpang, dan segitiga bola.

Penelitian ini bertujuan mengetahui presisi arah kiblat masjid-masjid di kota Banjarmasin, mengetahui metode penentuan arah kiblat pada masing-masing masjid dan mengetahui arah kiblat saat ini dan arah kiblat yang seharusnya. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan , yang dilakukan dengan terjun langsung ke lapangan untuk menggali dan memperoleh data yang berkenaan dengan masalah yang akan diangkat yaitu presisi arah kiblat. penelitian dilakukan pada 40 buah masjid di wilayah kota banjarmasin.

data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari dua macam, yaitu: Data Primer, meliputi data waktu (hari, tanggal, tahun, serta jam pada saat melakukan pengamatan), lintang masjid, bujur masjid, lintang ka’bah, bujur ka’bah, deklinasi matahari, equation of time (perata waktu). Instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data koordinat lintang dan bujur tempat serta timer yang akurat adalah Global Positioning System (GPS). Sedangkan data matahari untuk perhitungan adalah berbasis data ephemeris. Adapun data sekunder meliputi : profil dan sejarah berdirinya masjid, lokasi masjid,metode atau alat pengukuran yang digunakan sebelumnya oleh pendiri masjid dan nama-nama pengurus/pengelola masjid yang menjadi subjek penelitian.

teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, interview/wawancara, dan teknik dokumentasi. setelah data terkumpul dilakukan editing dan kategorisasi . data kemudian dianalisis menggunakan pendekatan normatif, yaitu menguji posisi arah kiblat pada mesjid-mesjid dengan ketetapan baku pada sistem penghitungan berdasarkan segitiga bola. Dengan demikian, metode data yang digunakan adalah metode induktif.

hasil penelitian menunjukkan presisi arah kiblat masjid-masjid di kota Banjarmasin bervariasi. berdasarkan kategori yang dibangun, ada masjid yang presisi arah kiblatnya sangat tinggi, tinggi, sedang, cukup, rendah dan rendah sekali.  dari 40 masjid yang sudah diteliti, jumlah masjid yang presisi arah kiblatnya termasuk kategori sangat tinggi ada 3 buah, tinggi ada 1 buah, sedang : 2 buah, cukup : 27 buah, rendah : 7 buah, dan presisi yang terbanyak adalah dengan kategori rendah sekali, yaitu 20 buah masjid.

metode untuk menentukan arah kiblat 40 masjid tersebut sebagian besar menggunakan kompas (35 buah masjid), selain itu dengan cara mencocokan kompas dengan arah kiblat dari masjidtertentu, kemudian dijadikan patokan untuk menentukan arah kiblat masjid yang baru (1 buah masjid). metode penentuan arah kiblat dengan bayangan tongkat istiwa sebelum dan sesudah zawal juga digunakan (1 buah). cara lain ada pula yang menggunakan teodolit (1 buah). sementara sampai penelitian ini berakhir masih ada yang belum terungkap jelas bagaimana metode penentuan arah kiblat masjid tersebut (2 buah)

Hasil terpenting dari penelitian presisi arah kiblat pada 40 masjid di Kota Banjarmasin dapat diketahui arah kiblat masing-masing masjid saat ini, arah kiblat yang seharusnya, besar deviasi (penyimpangan) arah kiblatm, jarak simpang, dan juga kategori presisi arah kiblat masjid yang diteliti.

Peneliti : Hj. Mudhi’ah, Norlaila, Halimatus Sakdiah
Dana Penelitian: Dibiayai dari Dana DIPA IAIN Antasari Banjarmasin tahun 2012
vi ; 102
Call Number :
2×7.2
Mud
d
(4)

Dakwah merupakan suatu upaya untuk mengajak dan mempengaruhi orang lain dalam merealisasikan ajaran Islam, untuk mencapai tujuan kesejahteraan duniawi maupun kesejahteraan ukhrawi. keberhasilan tersebut pun dipicu oleh berbagai aspek dakwah yang saling terkait, anatara juru dakwah, materi dakwah, strategi dakwah, mad’u (sasaran dakwah)

Jumlah kaum perempuan di Negara ini hampir mencapai separ dari jumlah masyarakatnya (49,36). oleh karena itu, sangat penting sekali pemberdayaan perempuan dalam dakwah dakwah untuk membangun kaumnya sendiri dalam kesadaran dan aktivitas-aktivitas keagamaan yang memberikan dasar-dasar kehidupan sejahtera duniawi dan ukhrawi.

adapun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk menggali materi dakwah yang disampaikan oleh para mubalighah di Banjarmasin terkait dengan pemberdayaan perempuan, dan bagaimana profil para muballighah yang meliputi identitas muballighah, latar belakang pendidikan, tujuan berdakwah, dimana saja berdakwah, siapa saja sasaran dakwah mereka dan bagaimana strategi dakwah mereka.

Peneliti : Abdul Sani, Hj. Noor Ainah, dan Ahmad Syazali
Dana Penelitian: Dibiayai dari Dana DIPA IAIN Antasari Banjarmasin tahun 2012
vii ; 134
Call Number :
2×3.7
San
s
(4)

Gambaran orang Banjar yang cenderung sangat berhasrat menjadi orang kaya dengan berusaha sekuat tenaga menjalani prilaku usaha bisnis yang komunal serta melibatkan jaringan struktur baru di masyarakat, seperti berbagai kasus menarik tentang bisnis voucer yang menghebohkan sekitar lima tahun lalu dan melibatkan puluhan ribu masyarakat yang berhubungan untuk menjadi orang kaya dengan pekerjaan yang enak tanpa membanting tulang bekerja keras namun mendapatkan keuntungan besar. ujung-ujungnya prilaku itu, ternyata ada manipulasi bisnis besar yang menimbulkan dampak kerugian ekonomi milyaran rupiah.

Dibalik sejumlah fenomena itu, ada kepercayaan baik yang menyertai maupun yang timbul sebagai dampak, misalnya tentang hidup kaya dan serba selebritas menjadi sosok baru yang diyakini dapat menaikkan citra, gengsi bahkan wibawa sosial. begitu pula dengan cara-cara meraih kekayaan itu banyak cara dari yang normal aktual dengan usaha bisnis (walaupun kadangkala ada unsur penipuan) sampai muncul kepercayaan klinik, pesugihan, menggunakan jin, menggunakan hal-hal mistis dan gaib menjadi bagian baru dalam fenomena orang kaya banjar. kepercayaan lain yang jugas menarik ditelisik adalah kemunculan hubungan kekerabatan baru dalam dunia mistik seperti memunculkan bagampiran saudara kembar ; yang diyakini mampu mendongkrak nilai fantastik dunia kekayaan atau pesugihan. kemunculan hubungan datuk moyang yang bisa melindungi keselamatan, harta kekayaan atau menghancurkan saingan bisnis (daya pembanci) bahkan sebaliknya dari itu, mau mendapatkan isteri cantik atau ilmu papikat prilaku dan usaha.

beranjak dari gambaran ini maka penelitian ini dianggap layak untuk dilakukan secara terstruktural. dan adapun, tujuan penelitian ialah: menyajikan deskripsi identifikasi sosial dan kepercayaan orang banjar dengan kemampuan menganalisis secara pendekatan ilmu sosial mutakhir, relevansi prilaku sikap dengan kepercayaan yang mendasari simbol sosial budaya orang banjar dengan berusaha sebida mungkin membedahnya dalam analisis kasus fenomena sosial yang terjadi di tengah masyarakat Banjar, dan menganalisis dengan kajian fenomenologik pendekatam sosial atas setiao faktor keterkaitan dari hubungan prilaku sikap mutakhir yang cenderung dominan dalan rentetan kultur kehidupan bermasyarakat orang Banjar.

Peneliti : H. Bahran Noor Haira, Abdullah Karim dan H. Murjani Sani
Dana Penelitian: Dibiayai dari Dana DIPA IAIN Antasari Banjarmasin tahun 2012
vi ; 156
Call Number :
2×9.8
Noo
p
(4)

Abstrak :  Penelitian yang berjudul Pemikiran Tafsir Dodi Syihab dalam Karyanya : Al-Quran Hidup 24 Jam ini adalah penelitian kelompok dengan bantuan Dana DIPA IAIN Tahun 2012. masalah yang diangkat adalah : Bagaimana rumusan pemikiran tafsir Dodi Syihab yang terdapat dalam karyanya : Al-Quran Hidup 24 Jam? Rumusan ini dicermati melalui pernyataan-pernyataan Dodi Syihab dan penafsirannya terhadap ayat-ayat yang dia kemukakan dalam karyanya dimaksud

untuk memperoleh rumusan dimaksud, digunakan pendekatan ‘Ulum Al-Quran (ilmu-ilmu Al-Quran), dan lebih khusus lagi adalah Ilmu Tafsir Al-Quran. Setelah dilakukan penelitian, maka diperoleh hasilnya sebagai berikut:

Pertama, Dodi Syihab menganggap bahwa at-tafsir bi al-matsur, dan sekaligus juga at-Tafsir bi al-Ma’qul  belum dapat memberikan pemahaman yang komprehensif kepasa umat Islam. Anggapan ini seharusnya menjadikan Dodi Syihab mewujudkan pendekatan tafsir yang baru yang keluar dari kedua pendekatan yang sudah disepakati oleh para ahli ‘Ulum Al-Quran ini. Ternyata, dia tidak dapat terlepas dari salah satu pendekatan tersebut, karena dia menggunakan pendekatan rasional (al-ma’qul) dan cenderung kepada al-Isyariy, karena menafsirkan ayat berdasarkan daya nalarnya sendiri. penafsiran  seperti ini, menurut para ahli ‘Ulum al Quran sangat riskan jatuh kepada at-tafir al-ma’qul al-madzmum (penafsiran rasional yang celaka).

Kedua, penafsirannya yang menunjuk karya orang lain sebagai sumber, tidak didukung oleh cara kerja ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan (tanpa in note, foot note, atau end note). setelah dicermati sumber yang disebutkan, ternyata Tafsir Ibnu Katsir yang ditunjuknya, dipahami keliru oleh Dodi Syihab , sehingga terkesan ketiga informasi dimaksud terjadi berurutan dalam satu peristiwa, padahal tidaklah demikian. sedangkan Tafsir ats-Tsa’alibiy sama sekali tidak memuat informasi yang disandarkan oleh Dodi Syihab kepada Kitab  tersebut.

 

Peneliti : Hj. Wahidah, Fithriana Syarkawi, Bahran
Dana Penelitian: Dibiayai dari Dana DIPA IAIN Antasari Banjarmasin tahun 2012
vi ; 121
Call Number :
2×4.65
Wah
p
(4)

Abstrak : Kata Kunci : Pandangan, Mahkamah Konstitusi (MK), Anak di Luar Perkawinan, Anak Zina.

Setelah lebih dari seperempat abad lamanya, MK telah mereview pasal 43 ayat (1) UUP No. 1 Tahun 1974, yang pada gilirannya telah menuai banyak tanggapan/komentar seputar pro dan kontranya. keinginan untuk mewujudkan keadailan dalam konteks hak dasar (asasi ) manusia untuk diperlakukan sama tanpa adanya diskriminasi terhdap anak di luar perkawinan tampaknya masih sulit untuk di kompromikan. di satu sisi, hakim-hakim di pengadilan agama memandang putusan ini sebagai terobosan baru yang cukup cerdas dan futuristik, tetapi disisi lain melihatnya sebagtai sebuat “ijtihad liar”. Bertolakj dari latar belakang ini, masalah dirumuskan untuk mengetahui bagaimana pandangan hakim Peradilan Agma di Kal-Sel terhadap putusan MK mengenai status anak di luar perkawinan, dan bagaimana tanggapan mereka terhadap putusan tersebut kaitannya sebagai yurispridensi, masing-masing disertai dengan argumentasi hukumnya.

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif  yang bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang pengetahuan, pendapat dan gagasan atau konsep yang dimiliki hakim Peradilan Agama di Kalimantan Selatan. Oleh karena itu, metode yang digunakan adalah metode penelitian lapangan. dalam upaya penggalian data dimaksud, pendekatan yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif, sebagai sebuah model penelitian sosial. peneliti melakukan wawancara mendalam terhadap sebagian responden yang berjumlah 53 orang.

hasil penmelitian menunjukkan bahwa hakim pengadilan Agama di Kal-Sel, umumnya nerpandangan positif terhadap putudan MK terkait perubahan status anak di luar perkawinan ini. karena ini  merupakan satu upaya menghilangkan stigma negatif (diskriminasi)  terhadap “anak yang tidak berdosa” dengan tetap menghubungkan secara keterdataan terhadap ay7ah biologisnya berdasarkan atas adanya hubungan darah  yang dapat dibuktikan  berdasarkan test ilmu pengetahuan dan teknologi. namun demikian, ketika hubungan anak dengan seorang laki-laki sebagi bapaknya tidak semata-mata karena adanya ikatanperkawinan, akan tetapi dapat pula didasarkan pada pembuktian adanya hubungan darah, yang terlepas dari prosedur/administrasi perkawinannya, ada tidaknya atau sempurna tidaknya akad pernikahannya, maka hakim  Pengadilan Agama di Kal-Sel seluruhnya tidak ada yang setuju karena ini dipandang sebagai “menabrak tatanan hukum, yang sudah mapan. dengan open-ended question, disamping data tertulis dan studi dokumenter, data kemudian di olah dengan teknik editing, klasifikasi dan interpretasi sebagai tahapan menuju data processing selanjutnya data dianalisis secara objektif untuk menarik suatu simpulan yang argumentatif  seperti berikut: Hakim Pengadilanm agama di Kal-Sel berpandangan bahwa anak di luar perkawinan sebagaimana putusan MK itu dimaksudkan dengan “anak yang dilahirkan sah secara agama, tapi tidak oleh undang-undang”. statusnya memiliki hubungan kependataan terhadap ibu dan juga bapaknya setelah adanya MK ini karena didasarkan atas pernyataan undang-undang bahwa “anak di luar perkawinan ini hanya memiliki hubungan kependataan dengan ibu dan keluarga ibunya”.

Secara kependataan, anak ini dapat dihubungkan terhadap ayah biologisnya, namun hanya terbatas pada hak-hak untuk mendapat biaya hidup seperti belanja, biaya pendidikan, atau kesehatan saja. hakim pengadilan agama di Kal-Sel menyatakan, “tidak ada istilah yurisprudensi” terhadap putusan MK, karena ia mereview undang-undang, dan hasilnya adalah undang-undang yang bersifat mengikat, harus dipatuhi oleh setiap warga Negara Indonesia. Putusan MK tersebut oleh Hakim Pengadilan Agama  Kal-Sel paling tidak  dapat dijadikan alat bantu dalam pertimbangannya terhadap proses pemeriksaan perkara penetapan asal-usul anak yang juga menjadi salah satu kewenangan absolutnya.

 

Peneliti : Hasbullah, H. Fahmi Hamdi, Arif Rahman Hakim
Dana Penelitian: Dibiayai dari Dana DIPA IAIN Antasari Banjarmasin tahun 2012
— ; 77
Call Number :
2×7.3
Has
e
(4)

Abstrak :

Kata Kunci : Evaluasi, guru-guru Fiqh kelas XII, pembelajaran fiqh-Ushul Fiqh, MAN Banjarmasin.

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pelaksanaan evaluasi yang masih kurang maksimal dilaksanakan oleh guru-guru fiqh MAN Banjarmasin pada mata pelajaran fiqh. sedangkan diketahui, evaluasi merupakan sarana untuk menentukan dan melihat pencapaian tujuan pendidikan dan proses pengembangan ilmu yang diharapkan, apakah sudah mencapai Standar Ketuntasan Minimal (SKM) atau harus diadakan remedial. atas dasar ini dipilih tema sekaligus judul penelitian dengan judul: “Evaluasi Pembelajaran Fiqh -Ushul Fiqh  Kelas XII MAN (Studi pada MAN 1, 2 dan 3 Banjarmasin)”.

tujuan dari penelitian ini untuk melihat bagaimana evaluasi pembelajaran fiqh-ushul fiqh kelas XII MAN yang meliputi perencanaan, alat-alat evaluasi, analisis hasil evaluasi, dan kendala-kendala yang dihadapi oleh guru-guru. ada 3 MAN di kota Banjarmasin dengan jumlah guru 5 orang bpda mata pelajaran fiqh kelas XII.

Penelitian ini hanya mendeskripsikan pelaksanaan evaluasi guru-guru fiqh pada MAN kota Banjarmasin. Berdasarkan penelitian diketahui bahwa : Pelaksanaan evaluasi hasil belajar peserta didik oleg guru-guru kels XII MAN Banjarmasin pada mata pelajaran fiqh mulai dari penentuan tujuan dan standar penilaian, teknik peni9laian, kapan evaluasi dilaksanakan dan berapa kali ia dilaksanakan, dan alat-alat evaluasi yang digunakan telah mereka rencanakan sebelumnya dengan baik, walaupun masih ada yang belum maksimal, seperti cara melaporkan hasil evaluasi dan pembuatan materi soal yang kurang bervariasi.

selanjutnya alat-alat evaluasi yang digunakan telah disesuaikan dengan SKKD yang ditetapkan, betuk tes yang sering digunakan adalah tes tertulis  bentuk pilihan ganda dan kadang tes tertulis berbentuk essay atau gabungan keduanya. aspek yang dievaluasi adalah aspek kognitif, afektif dan psikomotor. tetapi yang dominan adalah penilaian terhadap aspek kognitif. penilaian terhadap psikomotor hanya pasa MAN 2 Banjarmasin pada bidang penyelenggaraan jenazah. penilaian aspek kognitif hanya berkisar pada aspek  knowledge dan comprehension. aspek knowledge adalah pengetahuan siswa tingkat menghafal/mengingat. sedangkan aspek comprehension adalah kemampuan siswa untuk mengerti/memahami sesuatu setelah sesuatu itu diingat/dimengeri.

Kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dalam melaksanakan evaluasi ranah kognitif, efektif, dan psikomotor terhadap hasil belajar siswa kelas XII pada MAN Banjarmasin pada mata pelajaran Fiqh/Ushul Fiqh dan penilaian terhadap tiga ranah tersebut masih belum sempurna disebabkan oleh: Latar belakang siswa, keteladanan orang tua, alokasi wakti, banyaknya jumlah peserta dan faktor usia.

Peneliti : Sahriansyah, Hidayat Ma’ruf, M.Adriani Yulizar
Dana Penelitian: Dibiayai dari Dana DIPA IAIN Antasari Banjarmasin tahun 2012
v ; 103
Call Number :
2×9.8
Sah
p
(4)

Fazlur Rahman mengatakan bahwa setiap reformasi dan pembaharuan dalam ISlam dimulai denganb pendidikan. Begitu pula dengan Mulyono dalam buku M. Zainuddin,dkk., mengatakan bahwa Ilmu pendidikan pada hakikatnya serangkaian pengalaman panjang manusia dalam kegiatan pendidikan sepanjang sejarah yang disusun secara sistematis sehingga mudah dipahami, diujicobakan, diterapkan kemudian dikembangkan oleh generasi ke generasi. sehingga konsep-konsep maupun teori-teori pendidikan yang ada sekarang maupun yang akan dikembangkan di masa datang oleh para ahlinya pada hakikatnya merupakan upaya meneruskan berbagai pemikiran, pengalaman maupun bangunan kebudayaan yang sudah dikembangkan oleh generasi sebelumnya. untuk itu mengkaji pemikiran para pakar maupun ulama yang ahli dalam bidang pendidikan tetap merupakan kegiatan yang relevan dalam upaya mencari formulasi pendidikan yang tepat di masa sekarang maupun akan datang. dalam penelitian ini akan dikaji pemikiran pendidikan aqidah dan akhlak menurut Muhammad Zaini Ghani.

Adapun tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui aktivitas pengajian KH. Muhammas Zaini Abdul Ghani dan mengetahui konsep pendidikan tersebut menurut beliau.  sedangkan metode yang digunakan untuk penggalian data ini adalah dengan membaca karya-karya Muhammad Zaini Abdul Ghani baik yang ditulis Beliau sediri, dan juga mendengarkan ceramah beliau yang ada dalam kaset-kaset sebagai sumber primer.  sedangkan karya-karya yang ditulis orang lain mengenai biografi dan pemikiran Beliau adalah sebagai data sekunde.

Older Posts »

Kategori

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai