Oleh: lemlita | Januari 14, 2013

PEMIKIRAN TAFSIR DODI SYIHAB DALAM KARYANYA : AL-QURAN HIDUP 24 JAM

Peneliti : H. Bahran Noor Haira, Abdullah Karim dan H. Murjani Sani
Dana Penelitian: Dibiayai dari Dana DIPA IAIN Antasari Banjarmasin tahun 2012
vi ; 156
Call Number :
2×9.8
Noo
p
(4)

Abstrak :  Penelitian yang berjudul Pemikiran Tafsir Dodi Syihab dalam Karyanya : Al-Quran Hidup 24 Jam ini adalah penelitian kelompok dengan bantuan Dana DIPA IAIN Tahun 2012. masalah yang diangkat adalah : Bagaimana rumusan pemikiran tafsir Dodi Syihab yang terdapat dalam karyanya : Al-Quran Hidup 24 Jam? Rumusan ini dicermati melalui pernyataan-pernyataan Dodi Syihab dan penafsirannya terhadap ayat-ayat yang dia kemukakan dalam karyanya dimaksud

untuk memperoleh rumusan dimaksud, digunakan pendekatan ‘Ulum Al-Quran (ilmu-ilmu Al-Quran), dan lebih khusus lagi adalah Ilmu Tafsir Al-Quran. Setelah dilakukan penelitian, maka diperoleh hasilnya sebagai berikut:

Pertama, Dodi Syihab menganggap bahwa at-tafsir bi al-matsur, dan sekaligus juga at-Tafsir bi al-Ma’qul  belum dapat memberikan pemahaman yang komprehensif kepasa umat Islam. Anggapan ini seharusnya menjadikan Dodi Syihab mewujudkan pendekatan tafsir yang baru yang keluar dari kedua pendekatan yang sudah disepakati oleh para ahli ‘Ulum Al-Quran ini. Ternyata, dia tidak dapat terlepas dari salah satu pendekatan tersebut, karena dia menggunakan pendekatan rasional (al-ma’qul) dan cenderung kepada al-Isyariy, karena menafsirkan ayat berdasarkan daya nalarnya sendiri. penafsiran  seperti ini, menurut para ahli ‘Ulum al Quran sangat riskan jatuh kepada at-tafir al-ma’qul al-madzmum (penafsiran rasional yang celaka).

Kedua, penafsirannya yang menunjuk karya orang lain sebagai sumber, tidak didukung oleh cara kerja ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan (tanpa in note, foot note, atau end note). setelah dicermati sumber yang disebutkan, ternyata Tafsir Ibnu Katsir yang ditunjuknya, dipahami keliru oleh Dodi Syihab , sehingga terkesan ketiga informasi dimaksud terjadi berurutan dalam satu peristiwa, padahal tidaklah demikian. sedangkan Tafsir ats-Tsa’alibiy sama sekali tidak memuat informasi yang disandarkan oleh Dodi Syihab kepada Kitab  tersebut.

 


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: