Oleh: lemlita | Februari 9, 2012

Pemikiran Keagamaan K. H. Muhammad Zaini Ghani

Abstrak

Penelitian yang berjudul “Pemikiran Keagamaan K. H. M. Zaini Ghani” ini bertujuan untuk mengetahui bentuk pemikiran keagamaan K. H. M. Zaini Ghani  tentang pekerjaan dalam rangka mencapai kesejahteraan hidup di dunia. Demikian juga tentang kemiskinan dan usaha-usaha pengentasannya.  Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui pemikiran beliau terkait tema penelitian adalah sebagai berikut: 1) Seorang muslim dibolehkan menggunakan dan memiliki berbagai fasilitas kehidupan, sepanjang  tidak menjadi penghalang (dinding) antara dirinya dengan Allah. Bahkan diharuskan untuk menggunakan fasilitas dimaksud sebagai alat, sarana dan prasarana dalam beribadah kepada Allah sebagai bukti bersyukur  atas segala yang telah diberikan Allah. 2). Untuk mendapatkan kesejahteraan hidup seorang muslim harus bekerja dengan pekerjaan apa saja sesuai kemampuannya asal jangan mengandung riba. 3) Ada lima prinsip yang harus dipegangi dalam berusaha, yaitu: tidak menerima atau membayar bunga dalam bentuk apapun;  kalau berkongsi (modal patungan)  dan mendapat keuntungan maka di dalam pembagian  keuntungan lebih baik mengalah 1% (49% kita terima dan 51% diserahkan kepada teman kongsi) daripada dibagi sama; kalau menjadi penghubung (makelar: redaksi) maka jangan mengambil keuntungan dari keduabelah pihak (penjual dan pembeli), tetapi keuntungan diambil dari pihak penjual barang; dalam berusaha atau bekerja jangan merombing yaitu menjualbelikan pakaian yang sudah dipakai sendiri; kalau bekerja sebagai pedagang harus punya modal sendiri meskipun kecil jumlahnya. Jangan modal hutang piutang. 4) Penggunaan hasil bekerja atau berusaha dibagi tiga, yaitu sepertiga untuk keperluan hidup sehari-hari, sepertiga untuk diinfakkan (istilah beliau jihad dengan harta) dan sepertiga ditabung untuk masa depan atau menambah modal usaha. 5) Praktik simpan pinjam melalui bank dengan bunga adalah riba seberapapun besarnya tetap haram dan perbuatan maksiat yang harus dijauhi. Apabila praktik bank syari’ah  dapat menerapkan hukum Islam maka umat Islam harus mendukung. 6).Praktik pembayaran zakat dengan hilah  dibolehkan untuk meyakinkan  kebenaran orang yang berhak menerima zakat. Zakat tidak boleh diserahkan kepada orang yang fasik meskipun ia berhak menerima. 7). Zakat tidak hanya  diberikan untuk pemenuhan konsumtif, tetapi harus dikembangkan ke arah yang produktif (modal atau alat kerja) agar secara bertahap bisa merubah dari miskin menjadi berkecukupan bahkan diharapkan berubah dari penerima zakat menjadi pembayar zakat. 8). Keberadaan  kelompok orang miskin dari zaman ke zaman memang selalu ada sebagai bagian dari kelengkapan dari kehidupan di dunia. 9) Usaha pengentasan kemiskinan dapat dilakukan tiga kegiatan, yaitu: Membina dan memantapkan keimanan dan ketaqwaan orang miskin. Hal ini adalah tanggungjawab para ulama. Pembinaan rohani harus diutamakan daripada pembinaan jasmani; membayar zakatdan memberikan bantuan modal. Dalam hal ini mengembangkan dan memaksimalkan  fungsi zakat dan bantuan yang membawa ke arah produktif. Hal ini adalah tugas para hartawan; selanjutnya harus ada kerjasama antara ulama, para hartawan dan aparatur pemerintah. dalam hal ini pemerintah berkewajiban  memberikan bimbingan, pengaturan dan pengajaran.

Peneliti : Abd. Rahman Jaferi , Mirhan AM , M. Husaini Abbas .
Dana Penelitian : DIKS IAIN Antasari Tahun 1999
vi ; 77 ; lamp.
Call Number :
2×4.2
JAF
p
(5)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: