Oleh: lemlita | Februari 8, 2012

Amalan Untuk Kaya Harta Dunia Ajaran Guru H. Nurdin di Desa Layap Kecamatan Paringin Hulu Sungai Utara

Abstrak

Penelitian berjudul “Amalan Untuk Kaya Harta Dunia Ajaran Guru H. Nurdin di Desa Layap Kecamatan Paringin Hulu Sungai Utara” ini bertujuan untuk mndapatkan gambaran yang sebenarnya tentang wujud ajaran untuk menjadi kaya harta dunia yang diajarkan oleh guru H. Nurdin bin Alir di Desa layap Kecamatan Paringin Kabupaten Daerah Tingkat II Hulu Sunga Utara.
Dari hasil penelitian diketahui bahwa ajaran untuk  kaya harta dunia yang diajarkan oleh Guru H. Nurdin bin Alir dapat dilihat  pada empat aspek, yaitu: (1) bacaan (2) praktik pengamalan (3) alat yang digunakan dan (4) tempat dan waktu pengamalan.
Semua bacaan yang terdapat dalam ajaran untuk kaya harta dunia dimaksud tidak ada yang bertentangan  dengan ajaran Islam bahkan sesuai dengan perintah Allah dalam Alquran yakni berdzikir dan berdo’a kepada Allah swt. dan bershalawat kepada Nabi Muhammad saw.
Di dalam praktik pengamalan secara individu terdapat dua unsur, yakni unsur-unsur yang islami dan unsur budaya yang tidak semestinya dilakukan oleh seorang muslim. Berkaitan dengan  alat yang digunakan dalam praktik pengamalan, jika dilihat dari esensi material  maka tidak ada yang  tampak terlarang menurut ajaran agama Islam. Sedangkan jika dilihat dari sisi penggunaanya dan kemungkinan kepercayaan yang ada di balik  semua alat yang tampak, maka da hal yang tidak searah dengan prinsip akidah Islam.
Materi ajaran untuk kaya dunia apabila disorot dengan kacamata ilmu perbandingan agama, maka tampak adanya sinkretisme dalam konsep ritual kepercayaan. Hal ini bisa berakibat pada beberapa hal yang sangat prinsipil, yaitu : a). legitimasi pelaksanaan ritual yang sinkretis dan penggunaan benda-benda yang mengandung mana -yang amat berbeda dengan prinsip tauhid – dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. b). Pengakuan tidak nyata kepada adanya beberapa otoritas yang menentukan suasana kehidupan terutama dalam keberhasilan usaha mencapai kaya harta dunia. c). sebagai akibat dari poin a dan b di atas -suatu kemungkinan- menjadi etos kerja yang tidak berdasar pada landasan sunnatullah atau hukum sebab akibat yang lazim dalam dunia empiris.
Kemungkinan akibat dimaksud terutama bagi para pengikut ajaran yang tingkat pengetahuan  tentang akidah sangat kurang dan keimanannya lemah. Bagi pengikut ajaran yang tingkat pengetahuannya tentang akidah memadai dan keimananya kuat, maka -suatu kemungkinan- tidak berdampak negatif.
Selanjutnya berkenaan dengan tempat dan waktu pengamalan ajaran  tidak ada yang bertentangan dengan ajaran Islam, bahkan ada yang mendukung untuk terlaksananya kewajiban shalat fardu, karena sebagian amalan dibaca harus dilakukan setelah selesai melaksanakan shalat fardu.

Peneliti : Abd. Rahman Jaferi
Dana Penelitian : DIKS IAIN Antasari tahun 1998 / 1999
iv ; 59 ; lamp.
Call Number :
2×5.4
JAF
a
(4)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: